![Ilustrasi Pangeran Diponegoro dan Ratu Kidul. [ChatGPT]](https://lampau.id/wp-content/uploads/2025/11/diponegoro-dan-ratu-kidul.jpg)
Hai Jadoelers kali ini kami mau ngebahas sosok Pangeran Diponegoro nih. Uda pada tau kan ma sosok satu ini? Kalo ga tau mah kebangetan. Mending ke laut ajee…
Nah beberapa waktu lalu sempat rame pemberitaan tentang kerisnya Pangeran Diponegoro.
Jadi nih setelah beberapa abad, Belanda akhirnya mulangin salah satu pusaka milik Pangeran Diponegoro.
Yang jadi polemik adalah soal nama keris Pangeran Diponegoro yang dikembaliiin ama Belanda.
Ada yang bilang itu Keris Kiai Naga Siluman yang keramat milik Pangeran Diponegoro. Tapi ada juga yang bilang itu bukan Keris Kiai Naga Siluman.
Siapapun yang benar mengenai keris tersebut, seenggaknya ini memantik minat kita terhadap sejarah. Ingat loh kata Bung Karno, Jas Merah. Jangan melupakan sejarah.
Nah kali ini kami bukan mau ngebahas soal keris Kiai Naga Siluman. Karena urusan keris biarlah urusan para ahli dan sejarawan . Kalo kami mah apa atuh, hanya butiran debu di tengah padang pasir.
Di video kali ini gue mau nyeritain sisi mistis seorang Pangeran Diponegoro. Walau cerita mistis tapi ini sumbernya bukan dari dukun atau paranormal ya jadoelers.
Kisah ini ada di buku tulisan Peter Carey berjudul Takdir. Peter Carey ini sejarawan asal Inggris yang meneliti Pangeran Diponegoro selama 30 tahun lebih.
Bisa dibayangin kan, gimana keponya doi terhadap Pangeran Diponegoro. Mpe puluhan purnama dijabanin untuk nyari tau kehidupan Pangeran Diponegoro.
Lha kalian, baru beberapa bulan PDKT aja uda nyerah.. hehehe.. Back to the topic.
Jadi ya Pangeran Diponegoro ini lahir tanggal 11 November 1785 saat sahur di bulan Ramadan.
Nama lahirnya Bendoro Raden Mas Mustahar. Namanya sempat berganti menjadi Ngabdulkamid dan Raden Mas Ontowiro. Hingga akhirnya saat dewasa ia menerima gelar Kepangeranan sebagai Bendoro Pangeran Ario Diponegoro.
Dipo berasal dari kata Dipa yang berarti seseorang yang menyebarkan pencerahan atau yang memiliki hidup dan kekuataan. Negoro berarti wilayah. Jadi Diponegoro berarti seseorang yang memberi pencerahan, kekuatan dan kemakmuran kepada suatu daerah.
Ayah Pangeran Diponegoro adalah Sultan Hamengkubowono III.
Diponegoro lahir bukan dari istri resmi. Ibunya Raden Ayu Mangkorowati adalah Selir Sultan Hamengkubuwono III.
Sejak kecil, Diponegoro tinggal nenek buyutnya, Ratu Ageng. Bersama Ratu Ageng lah, Diponegoro menjadi sosok yang Islami. Diponegoro mempelajari kitab-kitab mengenai Islam.
Diponegoro adalah termasuk pahlawan yang memegan teguh prinsip Islam dalam hidup dan perjuangannya.
Sebagai tokoh Jawa, hidup Diponegoro tidak bisa dilepaskan dari hal berbau mistis. Diponegoro sering melakukan semedi di gua-gua yang dianggap mistis yang berada di Pantai Selatan.
Sebut saja di gua Siluman, tempat bersemayam roh halus Dewi Genowati. Gua ini pernah disebut dalam Kidung Lelembut sebagai bagian dari istana para Lelembut. Penguasa gua ini adalah Dewi Pantai Selatan, Ratu Kidul.
Dalam mitologi Jawa, Ratu Kidul adalah pelindung sekaligus istri para raja keraton Jawa tengah bagian selatan.
Diponegoro pernah berjumpa Ratu Kidul saat semedi Gua Langse. Ketika itu Diponegoro sedang semedi. Tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang lalu berubah menjadi sosok wanita. Dia adalah Ratu Kidul.
Ratu Kidul menganggap Diponegoro tidak bisa diganggu karena tampak khusyuk dalam semedinya. Ratu Kidul mundur dan berjanji akan menemui Diponegoro pada saat yang tepat.
Ratu Kidul kembali muncul 20 tahun kemudian. Ketika itu Perang Jawa sedang berkecamuk. Diponegoro bersama pasukannya sedang berkemah di tepi cabang Kali Progo.
Di saat pasukannya terlelap di tengah malam, Diponegoro bersemedi dengan bersandar di sebuah tiang. Tiba-tiba jatuh seberkas sinar di pesanggrahannya.
Muncullah sosok perempuan duduk di depan Diponegoro ditemani dua pengiringnya yang juga perempuan.
Perempuan itu duduk tanpa menyentuh tanah. Diponegoro hanya bisa memandanginya dengan takjub. Lalu Diponegoro menanyakan identitas perempuan ini.
Perempuan ini mengatakan bahwa dirinya adalah perempuan yang pernah berjanji akan menemuinya jika saatnya tiba nanti.
Diponegoro teringat dengan kejadian saat ia bertapa di Gua Langse 20 tahun silam. Ia pun tahu perempuan ini adalah Ratu Kidul.
Ratu Kidul lalu menawarkan bantuan kepada Diponegoro untuk melawan penjajah Belanda. Kata Ratu Kidul, cukup dirinya saja yang memusnahkan Belanda tak perlu Diponegoro dan bala tentaranya ikut berperang.
Namun ada satu permintaan Ratu Kidul jika dirinya telah berhasil membantu Diponegoro melenyapkan penjajah. Ratu Kidul meminta Diponegoro berdoa kepada Allah SWT agar setelah dirinya dijadikan manusia.
Sebagai seorang muslim taat, Diponegoro tahu itu tidak benar. Meminta bantuan kepada lelembut bangsa jin tidaklah diperkenankan ajaran Islam.
Maka Diponegoro menjawab bahwa dirinya tidak meminta bantuan Ratu Kidul yang berasal dari bangsa Jin melawan sesama manusia.
“Sebab dalam agama, pertolongan hanya datang dari Allah SWT, kata Pangeran Diponegoro kepada Ratu Kidul.
Mendengar jawaban Diponegoro, Ratu Kidul pergi menghilang.
Menurut Diponegoro, tak ada seorang pun dapat mengubah nasib Ratu Kidul. Ratu Kidul tidak dapat keluar dari dunia jin sampai hari penghakiman tiba.
