Operasi Cangkok Sumsum Belakang Pertama di Indonesia Telan Biaya Rp 14 M

Ilustrasi operasi cangkok sumsum. [ChatGPT]
Ilustrasi operasi cangkok sumsum. [ChatGPT]

Operasi pencangkokan sumsum tulang belakang untuk mengobati penyakit leukimia dengan metode Allolog dimulai pertama kali di Indonesia pada tahun 1988.

Ketika seorang pasien bernama Teddy Moechtadi didiagnosis menderita penyakit Leukemia Mielositik Kronik (LMK). Pada penyakit ini, terjadi kerusakan salah satu sistem pembentukan butir-butir darah.

Ini membuat pembelahan sel induk pembentuk sel-sel darah pada sumsum tulang belakang terganggu. Akibatnya, keseimbangan seluruh butir-butir darah yang diproduksi ikut terganggu.

“LMK biasanya diatasi dengan jalan pencangkokan sumsum,” kata ahli darah dr. C Suharti, anggota tim dokter yang menangani Teddy dikutip dari pemberitaan Majalah Tempo edisi 5 November 1988.

Karena sel-sel pembentuk darah tak mampu lagi membentuk butir-butir darah, maka harus diganti dengan yang baru. Sel-sel pembentuk darah ini berada pada cairan sumsum belakang.

Penggantian sel-sel pembentuk sumsum tulang darah untuk mengatasi LMK ini dilakukan dengan memasukkan sel-sel pembentuk darah dari donor. Metode pencangkokannya dinamakan allolog.

Maka, Teddy, yang merupakan seorang wartawan Banjarmasin Post ini harus menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang belakang dengan metode allolog.

Ini adalah operasi pertama pencangkokan sumsum dengan metode allolog. Operasi terhadap Teddy ini tercatat yang kedua.

Yang pertama dilakukan di RS Kariadi, Semarang, tahun lalu dengan metode berbeda, yakni metode autolog. Pada transplantasi ini, sumsum penderita bukan diganti, tapi mengalami semacam pencucian dengan sistem radiasi.

Setelah bersih, cairan sumsum tulang bela-kang dimasukkan kembali dicangkokkan kembali.

Ketua tim dokter, Dr. A.G. Soemantri, dari Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, menyatakan pergantian sumsum belakang dengan metode allolog ini bersifat genetik. Artinya, harus mengambil sumsum belakang milik saudara kandung Teddy untuk ditranplantasikan ke tubuhnya.

Setelah dilakukan pencocokan, adik Teddy bernama Wahyu Widodo, mahasiswa berusia 31 tahun, yang mempunyai kesamaan genetik.

Operasi Dimulai

Tim dokter memulai operasi pencangkokan awal pada 9 Oktober 1988. Di tahap ini, dokter menanamkan semacam saluran bernama saluran Hickman. Saluran ini dimasukkan di sekitar tulang iga menyusup masuk ke jantung. Dari saluran inilah kelak, sumsum donor dipompakan.

Tahap berikutnya, pada 16 Oktober 1988, sumsum Teddy disedot 820 cc. Sel-sel -pembentuk darah pada sumsum Teddy yang sudah rusak dikeluarkan.

Operasi cangkok sumsum metode allolog pertama di Indonesia. [Majalah Tempo]
Operasi cangkok sumsum metode allolog pertama di Indonesia. [Majalah Tempo]

Dengan peralatan canggih, sel-sel pembentuk darah ini dipisahkan, lalu dibekukan pada suhu minus 196° C dan disimpan. Bila transplantasi gagal, sel-sel ini akan dimasukkan kembali. Artinya, walau Teddy tidak sembuh, ia tidak langsung tewas.

Teddy kemudian dimasukkan ke ruangan steril dengan pengawasan ketat tim dokter. Dia tidur di sebuah ranjang, yang bisa setiap saat menimbang berat badannya.

Dalam kondisi itu tubuh Teddy mulai “dijinakkan”. Dokter memberikan sejumlah obat yang bisa menekan daya tolak tubuh.

Sistem pertahanan tubuh manusia, selain menyerang penyakit, juga menyerang semua termasuk jaringan yang dicangkokkan untuk penyembuhan.

Rencana memasukkan sumsum donor pada 23 Oktober 1988 batal karena proses penjinakan dinilai masih belum matang. Paling tidak, tiga jenis obat penekan daya tolak tubuh diberikan pada Teddy, sehari sebelum sumsum adiknya ditransfer.

Pada 29 Oktober 1988 Teddy mendapatkan cyclosporine, obat penekan yang paling ampuh dan paling luas digunakan dalam proses transplantasi.

Baru pada keesokan harinya, Minggu 30 Oktober 1988, tim dokter melakukan transplantasi sumsum belakang Teddy disaksikan langsung istri dan dua anaknya.

Pada pukul 10 pagi, sumsum Wahyu Widodo disedot 820 cc. Setelah diproses selama satu setengah jam, lepas tengah hari sebanyak 620 cc dimasukkan ke tubuh Teddy melalui saluran Hickman.

Melalui jantung, sel-sel pembentuk butir-butir darah itu akan otomatis dipompakan ke sumsum tulang belakang. Yang mengejutkan, golongan darah Teddy yang B kemungkinan besar akan berubah menjadi O, seperti golongan darah Wahyu, adiknya.

Pencangkokan ini menelan biaya sekitar Rp1,4 miliar. Nilai yang sangat fantastis di kala itu.Senin malam awal pekan ini kondisi Teddy sangat baik. Kepastian hasil pencangkokan itu baru bisa dilihat 7-21 hari mendatang.

About the author: redaksi

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *