jawa barat, lampau.id – Siapa sih yang nggak kenal Tahu Sumedang? Camilan gurih yang renyah di luar dan lembut di dalam ini ternyata punya sejarah panjang, lho. Semua bermula di tahun 1917, ketika seorang imigran Tiongkok bernama Ong Kino mencoba membuat tahu di Sumedang. Awalnya, tahu ini dibuat untuk menyenangkan istrinya yang rindu makanan khas kampung halaman, tapi sayangnya kurang diminati masyarakat lokal.
Usaha itu kemudian diteruskan anaknya, Ong Bung Keng, yang punya ide brilian: tahu putih rebus yang biasanya lembek, digoreng hingga berkulit renyah tapi tetap gurih di dalam. Siapa sangka, inovasi sederhana ini justru jadi titik balik. Masyarakat Sumedang langsung jatuh hati pada tahu goreng buatan Ong Bung Keng, yang belakangan dikenal dengan nama Tahu Bungkeng.
Nah, di balik kepopuleran Tahu Sumedang, ada juga sosok penting: Pangeran Soeriaatmadja, Bupati Sumedang yang memimpin dari 1882 hingga 1919. Beliau dikenal visioner dan berhasil membawa Sumedang ke masa keemasan. Suasana ekonomi yang kondusif kala itu membuat banyak usaha rakyat berkembang, termasuk usaha tahu Ong Bung Keng.
Bahkan ada cerita menarik: suatu hari Pangeran Soeriaatmadja melewati kedai tahu Ong Bung Keng, lalu mencicipi dagangan itu. Begitu merasakan renyah dan gurihnya, beliau berkomentar, “Enak benar tahu ini, cocok dengan namanya, Tahu Bungkeng.” Dari situlah nama Tahu Bungkeng makin populer, hingga akhirnya dikenal luas sebagai Tahu Sumedang.
Lebih dari Sekadar Camilan, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Kini, Tahu Sumedang bukan cuma soal rasa, tapi juga punya dampak ekonomi yang besar. Di Sumedang sendiri, ratusan UMKM dan pedagang kecil menggantungkan hidupnya dari usaha tahu. Mulai dari pengrajin tahu, pedagang gorengan, hingga penjual oleh-oleh, semuanya mendapat berkah dari popularitas kuliner legendaris ini.
Tak hanya itu, Tahu Sumedang juga ikut mendukung sektor pariwisata. Banyak wisatawan yang datang ke Sumedang hanya untuk berburu tahu asli dari daerah asalnya. Hal ini menjadikan Tahu Sumedang sebagai salah satu ikon ekonomi kreatif yang mampu memperkenalkan identitas lokal sekaligus menggerakkan roda perdagangan.
Dari dapur kecil milik Ong Bung Keng lebih dari seabad lalu, kini Tahu Sumedang sudah jadi produk kuliner dengan nilai ekonomi tinggi. Rasanya yang sederhana namun khas berhasil menembus pasar nasional, bahkan menjadi inspirasi bagi banyak daerah lain untuk mengembangkan kuliner lokal sebagai kekuatan ekonomi.

